BULUKUMBA, PenandaBerita.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Bulukumba menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen RSUD Sultan Daeng Radja, Dewan Pengawas, pengelola BLUD, Satuan Pengawas Internal (SPI), Komite Mutu, Komite Keperawatan, serta konsultan perencana guna mengevaluasi fasilitas, pelayanan, dan pengawasan pembangunan rumah sakit.
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Bulukumba, Selasa (2/6/2026), dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Bulukumba, H. Syamsir Paro, dan turut dihadiri Ketua DPRD Bulukumba, Umy Asyiatun Khadijah, bersama sejumlah anggota Komisi IV.
Dalam rapat tersebut, Komisi IV menyoroti sejumlah aspek penting, mulai dari kelayakan fasilitas, transparansi anggaran pembangunan gedung baru, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ketua Komisi IV DPRD Bulukumba, Syamsir Paro, menegaskan bahwa pihaknya ingin RSUD Sultan Daeng Radja terus berbenah agar mampu menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat Bulukumba.
“Yang terpenting adalah bagaimana rumah sakit ini terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas sehingga masyarakat merasa nyaman dan percaya untuk berobat di daerah sendiri,” ujarnya.
Salah satu perhatian utama DPRD adalah pembangunan fasilitas ramp atau bidang miring pengganti tangga pada gedung bertingkat sesuai standar keselamatan yang diatur Kementerian Kesehatan. Komisi IV mengapresiasi rencana manajemen rumah sakit yang akan menganggarkan pembangunan fasilitas tersebut melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Selain itu, DPRD meminta insiden yang terjadi baru-baru ini di lingkungan rumah sakit menjadi bahan evaluasi bersama. Manajemen rumah sakit diminta memastikan pengelolaan lift dilakukan secara optimal dengan menempatkan petugas yang bertanggung jawab terhadap operasional maupun penanganan keadaan darurat.
Komisi IV juga menyoroti kualitas pelayanan kepada pasien, khususnya pada unit pelayanan farmasi. Petugas diharapkan memiliki kemampuan pelayanan prima (service excellence) serta menerapkan budaya 3S, yakni Senyum, Salam, dan Sapa, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Terkait insiden yang dialami salah seorang tenaga kesehatan, DPRD meminta pihak rumah sakit memberikan pendampingan secara maksimal, termasuk memberikan hak cuti dan fasilitas pemulihan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Direktur RSUD Sultan Daeng Radja menjelaskan bahwa gangguan lift yang sempat terjadi diduga disebabkan oleh adanya pasir pada pintu lift dan gangguan pada sistem grounding kabel. Menurutnya, pihak teknisi telah memberikan garansi selama satu tahun atas perbaikan yang dilakukan.
Direktur juga menyampaikan bahwa rumah sakit telah memberikan pembimbingan kepada sejumlah petugas terkait penanganan gangguan lift, termasuk petugas keamanan. Selain itu, rumah sakit merencanakan pembangunan akses penghubung antara Gedung PJT dan Gedung C1 guna meningkatkan mobilitas di lingkungan rumah sakit.
Konsultan perencana menjelaskan bahwa fasilitas ramp sebenarnya telah masuk dalam desain awal pembangunan. Namun, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran tanpa mengabaikan kebutuhan prioritas rumah sakit.
Dewan Pengawas RSUD Sultan Daeng Radja menilai insiden yang terjadi menjadi pembelajaran penting bagi seluruh jajaran rumah sakit. Karena itu, pelatihan bagi petugas keamanan, tenaga kesehatan, maupun petugas pendukung lainnya perlu terus ditingkatkan agar siap menghadapi berbagai kondisi darurat.
Anggota Komisi IV DPRD Bulukumba, dr. Sabriadi, turut mendorong penyediaan operator khusus untuk mendukung layanan pengangkutan pasien serta pengadaan kotak saran pada setiap unit pelayanan sebagai sarana evaluasi kualitas layanan rumah sakit.
Sementara itu, Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) mengungkapkan bahwa insiden yang dialami salah seorang perawat merupakan kecelakaan kerja akibat terpeleset di lantai yang basah karena kebocoran plafon saat menjalankan tugas pelayanan. Sesuai prosedur, petugas yang mengalami insiden langsung mendapatkan penanganan melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan pendampingan lanjutan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Bulukumba, Hj. Hawatia, menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan rumah sakit guna mengetahui faktor yang menyebabkan sebagian masyarakat masih memilih berobat ke luar daerah.
Sebagai hasil rapat, Komisi IV DPRD Bulukumba merekomendasikan agar setiap pembangunan fisik rumah sakit terlebih dahulu diekspos kepada seluruh pemangku kepentingan terkait. DPRD juga mendorong percepatan pembangunan akses penghubung Gedung C1 dan Gedung PJT, penguatan pendampingan terhadap tenaga kesehatan yang mengalami kecelakaan kerja, optimalisasi fungsi SPI, serta penataan pengelolaan parkir yang dikelola pihak ketiga agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Melalui sejumlah rekomendasi tersebut, DPRD berharap RSUD Sultan Daeng Radja dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan kerja, serta tata kelola rumah sakit sehingga mampu menjadi rumah sakit rujukan unggulan di Kabupaten Bulukumba dan Sulawesi Selatan.
