Menyusuri Keraguan, Menuju Panggung Prestasi : “Muda adalah Kekuatan”

Penulis : Wandi Tasdir Mudding (Founder Of PERAHU )

 

PenandaBerita.ComBulukumba – Tidak semua perjalanan besar dimulai dari panggung yang megah. Sebagian justru lahir dari ruang sunyi bernama keraguan. Dari Desa Bontomangiring, Wandi Tasdir Mudding memulai langkahnya bukan dengan sorotan, melainkan dengan keyakinan sederhana: bahwa setiap anak muda berhak menentukan arah hidupnya sendiri.

Perjalanan itu dimulai dari Lomba MTQ tingkat Desa, sebuah panggung kecil yang perlahan membentuk keberanian dan kepercayaan diri. Dari sana, Wandi terus melangkah, menembus batas demi batas, hingga menorehkan berbagai prestasi di bidang dakwah, akademik, dan kepemudaan.

Di bidang keagamaan, Wandi meraih Juara 1 (Satu) Da’i pada tahun 2016, 2018, dan 2019, serta Juara 2 (Dua) Da’i pada tahun 2017. Ia juga mencatat prestasi sebagai Juara 1 Imam Salat Berjamaah tahun 2018. Prestasi-prestasi itu bukan sekadar piala, melainkan jejak proses panjang yang ditempa oleh latihan, disiplin, dan ketekunan.

Di ruang kelas, Wandi membuktikan bahwa konsistensi adalah bentuk lain dari keberanian. Ia meraih peringkat 2 kelas 7 (2016–2017) dan peringkat 2 kelas 9 SMP (2018–2019), lalu melesat menjadi peringkat 1 kelas 10 hingga 12 di SMK. Pada tahun 2020, ia kembali mengukir prestasi dengan meraih Juara 2 Lomba Da’i tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Bulukumba.

Langkahnya terus berlanjut hingga ke panggung yang lebih luas. Pada tahun 2025, Wandi dinobatkan sebagai Juara 2 Putera Puteri Kota Makassar, sekaligus dipercaya sebagai Duta Generasi Berencana (Genre) Desa Bontomangiring 2025. Berbagai sertifikat lainnya turut melengkapi perjalanan prestasi yang dibangunnya dari waktu ke waktu.

Namun bagi Wandi, prestasi bukan tujuan akhir. Sejak usia sekolah, ia aktif berorganisasi dan memimpin. Mulai dari anggota PMR dan OSIS SMP Negeri 41 Bulukumba, hingga menjadi Ketua OSIS SMK Negeri 5 Bulukumba. Perannya berlanjut sebagai Bina Damping PMR di tingkat SMP dan SMK, sebuah bentuk pengabdian kepada generasi setelahnya.

Di luar lingkungan sekolah, Wandi mendirikan Perkumpulan Pemuda Phinisi Peduli, organisasi kepemudaan yang bergerak di bidang edukasi, sosial, budaya, pendidikan, dan lingkungan. Organisasi ini menjadi ruang aktualisasi anak muda untuk tidak hanya berprestasi secara individu, tetapi juga berkontribusi secara kolektif bagi masyarakat.

Kini, Wandi tengah melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Bulukumba, sembari tetap aktif di berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan. Ia percaya bahwa belajar tidak pernah benar-benar selesai, sebab kehidupan selalu menyisakan ruang untuk bertumbuh.
Dalam setiap pertemuan dengan anak muda, Wandi kerap menyampaikan pesan reflektif:

“Keraguan bukan tanda kelemahan, tetapi tanda bahwa kamu sedang bertumbuh. Jangan tunggu dunia memberimu arah. Pilihlah sendiri jalanmu, meski pelan, asalkan kamu terus berjalan.”

Dengan membawa tagline “Muda adalah Kekuatan”, Wandi Tasdir Mudding mengajarkan satu hal penting: bahwa keberanian untuk melangkah, sekecil apa pun, adalah awal dari segala prestasi. Dari ragu yang sunyi, ia membuktikan bahwa mimpi bisa menemukan panggungnya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *