PenandaBerita.Com,BULUKUMBA — Pasca pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulukumba gelar Focus Group Discussion (FGD) . Berlangsung di Aula KPU Bulukumba, Rabu (15/10/2025).
Turut hadir juga pada kegiatan ini, di antaranya jajaran Sekretariat KPU Bulukumba, Bawaslu, Polres, Dandim 1411, Lapas Kelas II, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Kesehatan, Kejaksaan, serta pimpinan partai politik dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan.
Dalam Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penjelasan Pelaksanaan Kegiatan Pasca Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024.”
Ketua KPU Bulukumba, Asbar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa FGD ini merupakan upaya KPU untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu dan pemilihan ke depan.
“Kita minta masukan dari semua pihak, khususnya partai politik, untuk mendapatkan saran dan evaluasi demi perbaikan pelaksanaan pemilu mendatang,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota KPU Bulukumba Divisi Teknis Penyelenggaraan, Samsul, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut surat KPU RI Nomor 1109.
FGD juga dilakukan dalam konteks pembahasan revisi RUU Pemilu dan Pemilihan yang tengah bergulir.
“Diksanakannya FGD agar mendapat masukan dari seluruh pihak. Selanjutnya akan kita rangkum sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan pemilu dan pemilihan yang telah kita lakukan,” ujar Samsul.
Dilain sisi, Sekretaris Partai Golkar Bulukumba, H. Arkam Bohari, misalnya, memberikan masukan terkait efisiensi anggaran penyelenggaraan pemilu sebagaimana arahan Presiden Prabowo.
“Kami menyarankan agar pencetakan surat suara dapat memberdayakan percetakan lokal untuk mendukung ekonomi kerakyatan. Pemeriksaan kesehatan pun sebaiknya melibatkan dokter yang ada di Bulukumba,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Bulukumba, Asri, menyoroti rendahnya partisipasi para pemilih pada pemilu sebelumnya.
“Rendahnya partisipasi menunjukkan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu. Kami menyarankan agar ke depan pemungutan suara bisa dilakukan dari rumah menggunakan teknologi. Selain efisien, partisipasi masyarakat juga berpotensi meningkat,” jelasnya.








Komentar