PenandaBerita.Com,Bulukumba — Di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, semangat kebangsaan menemukan wujudnya dalam sosok inspiratif asal Kabupaten Bulukumba — Umy Asyiatun Khadijah, legislator muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Bulukumba.
Perempuan kelahiran Ujung Pandang, 14 November 1992, itu belum genap berusia 33 tahun, namun sudah mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang berhasil menduduki posisi tertinggi di lembaga legislatif Bulukumba.
Pencapaian tersebut menjadikannya simbol representasi kaum muda sekaligus tonggak kemajuan bagi peran perempuan dalam politik daerah.
Dalam refleksi Hari Sumpah Pemuda, Umy menekankan pentingnya menanamkan kembali semangat persatuan di kalangan generasi muda.
“Memaknai Hari Sumpah Pemuda adalah menumbuhkan semangat dan komitmen generasi muda dalam persatuan dan kesatuan, serta menumbuhkan sikap patriotisme, nasionalisme, dan gotong royong,” ujar Umy kepada Radar Selatan.
Ia menilai, Sumpah Pemuda bukan hanya momentum sejarah, melainkan energi moral yang perlu dihidupkan kembali dalam konteks zaman yang semakin modern.
“Di era masa digital ini, generasi muda menjadi ujung tombak dari bangsa Indonesia. Masa boleh beda, tapi semangat juang serta spirit Sumpah Pemuda harus tetap menyala,” tegasnya.
Bagi Umy, nilai-nilai luhur yang diwariskan para pemuda tahun 1928 harus menjadi fondasi bagi generasi penerus untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan menjaga persatuan di tengah tantangan globalisasi.
Perjalanan politiknya sendiri menjadi inspirasi bagi banyak kalangan muda Bulukumba, khususnya di Kecamatan Rilau Ale, tempat asalnya. Ia membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk berperan besar dalam pembangunan daerah dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Sosok Umy Asyiatun Khadijah merefleksikan semangat Sumpah Pemuda dalam bentuk nyata — semangat kepemimpinan, pengabdian, dan keyakinan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil generasi muda.








Komentar